Rabu, 06 Juli 2011

Cerita Adik Ipar di Jalur Cikeas-Cilangkap

Pramono Edhie Wibowo, Kamis (30/6/2011) resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Upacara pelantikan Pramono dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta dipimpin Presiden SBY pada pukul 14.00 WIB.

PRAMONO Edhie Wibowo menjadi KSAD menggantikan Jenderal George Toisutta yang resmi pensiun alias purna bakti. Pramono diangkat dengan SK Presiden Nomor 40/TNI/2011.

Sebelumnya, selain nama Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo ada dua nama kuat lain pengganti Jenderal Toisutta, yakni Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Budiman, dan Kepala Komando Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat Letjen Marciano Norman.

“Bapak Presiden menerima usulan Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Markas Besar Tentara Nasional Indonesia. Nama yang diajukan ke Presiden diyakini sudah memenuhi persyaratan untuk menjabat sebagai KSAD,” kata Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha.

Julian mengaku, tidak mengetahui jumlah nama yang diajukan Wanjakti kepada Presiden. Ia juga membantah bahwa penunjukan adik iparnya sebagai KSAD sarat dengan kepentingan Pemilu 2014. “Anggapan ini berlebihan dan tidak benar,” katanya.

Sebelumnya, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menyatakan bahwa penunjukan KSAD sudah sesuai dengan Wanjakti. Dalam menunjuk seseorang menjadi KSAD, lanjut Panglima, Wanjakti mempertimbangkan profesionalitas, senioritas, penugasan, dan pengalaman selama bertugas di lingkungan TNI AD.

Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat tidak mengaitkan-kaitkan calon KSAD yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Presiden. “Penunjukan KSAD sudah melalui proses di Wanjakti. Jangan dilihat penunjukan KSAD itu ada hubungan kekerabatan dengan Presiden,” kata Agus.

Agus pun menambahkan, pengangkatan KSAD merupakan hak prerogatif Presiden, sedangkan Panglima TNI wajib memberikan saran dan masukan. Namun, penunjukan Letjen TNI Pramono Edhie Wibowo sontak mengudang komentar beragam, karena Pramono tidak lain adalah adik ipar SBY.

“Ini sih unsur nepotismenya yang lebih kental,” kata Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar, menanggapi penunjukan Pramono.

Berdasarkan catatan KontraS, Pramono bukan merupakan calon terbaik dari nama-nama yang diusulkan Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti). “Pramono justru yang ketiga. Urutan pertama itu Budiman kedua itu Marciano,” tukasnya.

Selain itu, KontraS juga mencatat sejumlah kekurangan adik Ibu Negara Ani Yudhoyono tersebut. “Dia pernah menjadi komandan Kopassus yang masuk (ke Timor Timur) satu hari sebelum Uskup Belo diserang. Tapi ini tidak pernah diungkapkan,” ungkapnya.

Mensesneg H.Sudi Silalahi membantah pengangkatan Pramono mengandung unsur nepotisme. Menurutnya, pengangkatan tersebut sudah berdasarkan prestasi dan track record, serta jenjang karir Pramono Edhi Wibowo sebagai perwira tinggi TNI AD yang kini menjabat Pangkostrad.

Sementara Letjend TNI Pramono Edhie Wibowo sendiri enggan menanggapi pandangan miring terkait jabatannya sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

“Memang saya adiknya ibu Ani sejak lahir. Setelah Pak SBY menikah dengan Ibu Ani memang saya adik iparnya. Tapi kalau nepotisme, saya serahkan penilaian saya kepada atasan saya, Panglima TNI, KSAD Pak George Toisutta, jadi itu ada mekanismenya sendiri,” kata Pramono usai pelantikan, Kamis (30/6/2011).

Meski Presiden SBY adalah iparnya, dia mengatakan bahwa hal itu tidak menjadikan jabatannya sebagai beban. “Jangan menjadikan itu beban. Jadi harus lebih baik lagi,” katanya.

Indra Maliara
http://monitorindonesia.com/?p=36205

Tidak ada komentar:

Posting Komentar